Isu “Gerakan Besar Juni” Menguat, Tamsil: Skenario Kekuasaan Bisa Berubah

banner 468x60

Zonainetnews.com — Wacana mengenai potensi dinamika politik nasional kembali mencuat menjelang pertengahan 2026.

Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, mengungkap adanya kekhawatiran terkait kemungkinan munculnya gerakan politik berskala besar pada Juni mendatang yang dinilai dapat memengaruhi arah kekuasaan di tingkat nasional.

banner 336x280

Dalam pernyataan yang beredar, Tamsil menilai bahwa situasi tersebut berpotensi menciptakan skenario politik yang tidak terduga.

Tamsil bahkan menyinggung kemungkinan perubahan konfigurasi kepemimpinan, di mana posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut bisa berada dalam posisi yang diuntungkan.

Menurutnya, jika tekanan politik meningkat dan berdampak langsung pada Presiden Prabowo Subianto, maka dinamika tersebut dapat membuka ruang bagi pergeseran peran di pucuk kekuasaan.

“Dalam situasi tertentu, bukan tidak mungkin yang terdampak justru Presiden, sementara wakil presiden berada pada posisi yang lebih aman atau bahkan diuntungkan,” ujar Tamsil dalam pernyataan tersebut dikutip pada Sabtu (11/4/2026).

Lebih lanjut, Tamsil mengungkap bahwa isu ini juga menjadi bahan pembahasan di kalangan elite politik.

Tamsil menyebut adanya diskusi terkait strategi menghadapi perkembangan politik, termasuk menentukan arah kritik, apakah difokuskan kepada Presiden atau justru mempertimbangkan posisi wakil presiden dalam konteks yang lebih luas.

Pembicaraan tersebut, kata dia, melibatkan sejumlah tokoh nasional seperti Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tamsil menyebut, kekhawatiran serupa juga sempat disampaikan dalam forum tersebut, terutama terkait kemungkinan perubahan kepemimpinan yang terjadi secara tiba-tiba.

Tamsil juga menyoroti adanya beragam pengaruh politik di sekitar Presiden, termasuk dari figur seperti Luhut Binsar Pandjaitan serta jaringan politik dari Solo. Faktor-faktor ini disebut turut membentuk dinamika pengambilan keputusan di lingkar kekuasaan.

Selain isu domestik, Tamsil turut menyinggung pengalaman diplomasi luar negeri Presiden, termasuk kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan yang sempat mengalami penyesuaian agenda.

Meski sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan diplomat, kunjungan tersebut pada akhirnya berjalan lancar dan tetap menjaga hubungan bilateral.

Di sisi lain, Tamsil juga menilai peran Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta cukup signifikan dalam membangun komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, terutama terkait dukungan terhadap Palestina.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana terkait isu yang disampaikan Tamsil.

Adapun wacana mengenai “gerakan besar” pada Juni masih bersifat spekulatif dan belum didukung oleh keterangan resmi dari pemerintah maupun aparat keamanan.

 

 

Editor : Amor/ID Mr

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *